KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang berjudul Rakyat Riau Angkat Senjata Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya. Secara garis besar makalah ini memuat latar belakang tentang rakayat riau angkat senjata pada masa melawan kolonialisme belanda. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan, bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak, penulis tidak mungkin menyelesaiakan penyusunan makalah ini, untuk itu ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari pihak pembaca.
Demikian saya sampaikan terima kasih serta mohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada kesalahan kata maupun kalimat, dan semoga makalah ini bermanfaat bagi siswa siswi khususnya dan para pembaca pada umumnya.
Kendari, Oktober 2019
Penyusun,
Kelompok 06
DAFTAR ISI
Kata Pengantar 3
Bab I Pendahuluan 4
A. Latar Belakang 4
B. Rumusan Masalah 4
C. Tujuan 4
D. Manfaat 4
Bab II Pembahasan 5
A. Perlawanan Rakyat Riau 5
B.Tokoh Perlawanan Riau 7
C. Dampak Positif dan Negatif Perlawanan Riau 8
Bab III Penutup 9
A. Kesimpulan 9
B. Saran 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Naluri VOC untuk melaksanakan monopoli perdagangan dan menguasai daerah-daerah di Nusantara, nyatanya belum usai. Setelah menguasai Malaka, VOC mengincar Kepulauan Riau. VOC mulai menanamkan pengaruhnya di Riau, mereka melakukan politik memecah belah (politik devide et empera). Maka dampaknya, kerajaan-kerajaan kecil di Riau, seperti Siak, Indragiri, Rokan, dan Kampar semakin terdesak akibat perlakuan jajahan VOC yang bertindak sewenang-wenang dan meluluh lantahkan perekonomian rakyat. Oleh karena itu, dimulailah perlawanan dari beberapa kerajaan, sehingga mereka melaksanakan genjatan senjata yang sering disebut Rakyat Riau Angkat Senjata.
1. Apa yang melatarbelakangi rakyat Riau angkat senjata ?
2. Bagaimana kronologis perang tersebut ?
Siapa saja tokoh dari perlawanan Riau ?
3. Apa dampak positif dan negatif dari perlawanan Riau ?
C.Tujuan
1. Untuk mengetahui latar belakang terjadinya perang rakyat Riau dengan VOC.
2. Untuk mengetahui kerajaan pelopor gerakan rakyat Riau angkat senjata.
3. Untuk mengetahui kronologis perang rakyat Riau.
D.Manfaat
1. Melatih siswa bekerja sama dalam penyusunan makalah
2. Menambah pengetahuan siswa tentang sejarah perlawanan rakyat Riau terhadap VOC.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perlawanan Rakyat Riau
Pada era Kolonialisme Belanda dibentuklah suatu kongsi dagang yang bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Suatu kongsi dagang yang memonopoli dagang dan hasil bumi Nusantara. Ambisi untuk melakukan monopoli perdagangan dan menguasai berbagai daerah di Nusantara terus dilakukan oleh VOC. Di samping menguasai Malaka, VOC juga mulai mengincar Kepulauan Riau. Dengan politik memecah belah, VOC mulai berhasil menanamkan pengaruhnya di Riau. Kerajaan kerajaan kecil seperti Siak, Indragiri, Rokan, dan Kampar semakin terdesak oleh pemaksaan monopoli dan tindakan sewenang-wenang dari VOC, di balik itu rakyat Indonesia tidak terima atas keserakahan VOC itu. Oleh karena itu, beberapa kerajaaan mulai melancarkan perlawanan, sehingga terjadilah perang dimana-mana. Salah satunya adalah rakyat Riau, mereka tidak terima atas monopoli yang dilakukan Belanda, sehingga mereka melaksanakan genjatan senjata yang sering disebut Rakyat Riau Angkat Senjata.
Salah satu contoh perlawanan di Riau adalah perlawanan yang dilancarkan oleh Kerajaan Siak Sri Indrapura. Raja Siak Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723 1744) memimpin rakyatnya untuk melawan VOC. Setelah berhasil merebut Johor, kemudian ia membuat benteng pertahanan di Pulau Bintan. Dari pertahanan di Pulau Bintan ini, pasukan Sultan Abdul Jalil mengirim pasukan di bawah komando Raja Lela Muda untuk menyerang Malaka. Uniknya dalam pertempuran ini, Raja Lela Muda selalu mengikutsertakan puteranya yang bernama Raja Indra Pahlawan. Itulah sebabnya sejak remaja Raja Indra Pahlawan sudah memiliki kepandaian berperang. Sifaf bela negara/ tanah air sudah mulai tertanam pada diri Raja Indra Pahlawan.
Dalam suasana konfrontasi dengan VOC itu, Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah wafat. Sebagai gantinya diangkatlah puteranya yang bernama Muhammad Abdul Jalil Muzafar Syah (1746 -1760). Raja ini juga memiliki naluri seperti ayahandanya yang ingin selalu memerangi VOC di Malaka dan sebagai komandan perangnya adalah Raja Indra Pahlawan. Tahun 1751 berkobar perang melawan VOC.
Sebagai strategi menghadapi serangan Raja Siak, VOC berusaha memutus jalur perdagangan menuju Siak. VOC mendirikan benteng pertahanan di sepanjang jalur yang menghubungkan Sungai Indragiri, Kampar, sampai Pulau Guntung yang berada di muara Sungai Siak. Kapal-kapal dagang yang akan menuju Siak ditahan oleh VOC. Hal ini merupakan pukulan bagi Siak. Oleh karena itu, segera dipersiapkan kekuatan yang lebih besar untuk menyerang VOC. Sebagai pucuk pimpinan pasukan dipercayakan kembali kepada Raja Indra dan Panglima Besar Tengku Muhammad Ali. Dalam serangan ini diperkuat dengan kapal perang Harimau Buas yang dilengkapi dengan lancang serta perlengkapan perang secukupnya. Terjadilah pertempuran sengit di Pulau Guntung (1752 1753). Ternyata benteng VOC di Pulau Guntung itu berlapis-lapis dan dilengkapi meriam-meriam besar.
Dengan demikian pasukan Siak sulit menembus benteng pertahanan itu. Namun banyak pula jatuh korban dari VOC, sehingga VOC harus mendatangkan bantuan kekuatan termasuk juga orang-orang Cina. Pertempuran hampir berlangsung satu bulan. Sementara VOC terus mendatangkan bantuan. Melihat situasi yang demikian itu, kedua panglima perang Siak menyerukan pasukannya untuk mundur kembali ke Siak. Sultan Siak bersama para panglima dan penasihat mengatur siasat baru. Disepakati bahwa VOC harus dilawan dengan tipu daya. Sultan diminta berpura-pura berdamai dengan cara memberikan hadiah kepada Belanda.
Oleh karena itu, siasat ini dikenal dengan siasat hadiah sultan. VOC setuju dengan ajakan damai ini. Perundingan damai diadakan di loji di Pulau Guntung. Pada saat perundingan baru mulai, justru Sultan Siak dipaksa untuk tunduk kepada pemerintahan VOC. Sultan segera memberi kode pada anak buah dan segera menyergap dan membunuh orang-orang Belanda di loji itu. Loji segera dibakar dan rombongan Sultan Siak kembali ke Siak dengan membawa kemenangan, sekalipun belum berhasil mengenyahkan VOC dari Malaka. Siasat perang ini tidak terlepas dari jasa Raja Indra Pahlawan. Oleh karena itu, atas jasanya Raja Indra Pahlawan diangkat sebagai Panglima Besar Kesultanan Siak dengan gelar: Panglima Perang Raja Indra Pahlawan Datuk Lima Puluh. Pada akhirnya rakyat Riau memperoleh kemenangan dari VOC.
B. Tokoh Perlawanan Riau
- Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzafar Syah
- Tahun 1751 berkobar lagi perang melawan VOC setelah kematian ayahnya
- VOC memutus jalur perdagangan menuju Siak
- VOC mendirikan Benteng Pertahanan sepanjang sungai Indragiri, Kampar, Sampai Pulau Guntung yang berada di muara sungai Siak
- Pertempuran puncak terjadi di pulau Guntung (1752 - 1753) yang diperkuat dengan kapal perang Harimau Buas. Pertempuran berlangsung satu bulan. Banyak korban berjatuhan dari kedua pihak.
- Sultan diminta berpura-pura berdamai dengan VOC yang dikenal dengan siasat hadiah sultan yang diadakan di Loji, Pulau Guntung
- Saat perundingan, sultan dipaksa tunduk kepada VOC. Sultan memberi kode kepada anak buahnya untuk menyergap. Loji dibakar dan sultan kembali ke Siak membawa kemenangan. Siasat perang ini tidak lepas dari jasa Raja Indra Pahlawan. Oleh karena jasanya Raja Indra Pahlwan diangkat menjadi Panglima Besar Kesultanan Siak dengan gelar Panglima Perang Raja Indra Pahlawan Datuk Lima Puluh
- Berhasil merebut Johor kemudian membuat Benteng Pertahanan di pulau Bintan
- Mengirim pasukan dibawah komando Raja Lela Muda untuk menyerang Malaka bersama putranya Raja Indra Pahlawan.
- Dalam suasana memanas, Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah wafat dan digantikan putranya yaitu Muhammad Abdul Jalil Muzafar Syah (1746 - 1760) dengan komandan perangnya adalah Raja Indra Pahlawan
C. Dampak Positif dan Negatif Perlawanan Riau
- Negatif
- Memecahbelahkan kerajaan Riau
- Warga Riau menderita karena kekalahan terhadap VOC
-Positif
- Munculnya strategi perang baru bagi Riau
- Memicu semangat kemerdekaan bagi warga Riau
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perang antara rakyat Riau dengan VOC terjadi sangat sengit. Pada saat perang tersebut, VOC mendatangkan bantuan dari China dan sekutunya, sehingga pada saat itu rakyat Riau ditarik mundur untuk merundingkan strategi perang baru, sehingga dalam perundingan tersebut didapatlah suatu ide untuk berpura-pura mengajak VOC berdamai. Sehingga pada saat perundingan damai dengan VOC tersebut, rakyat Riau berkesempatan untuk memukul habis para petinggi VOC. Pada akhirnya rakyat Riau mendapat kemenangan dari VOC.
B. Saran
Sebaiknya dalam pemakaian makalah ini sebagai literatur pembaca jangan terlalu terpaku terhadap apa yang disajikan, sebab kami juga masih dalam proses belajar penyusunan makalah. Untuk pembahasan lebih lengkap, pembaca sebaiknya mencari literatur lain sebab makalah ini belum lengkap karena sangat jarang terdapat literatur yang membahas mengenai perlawanan rakyat Riau terhadap VOC.